Kamis, 12 November 2009

WASPADAI HAMA DAN PENYAKIT PADA IKAN MAS


BUDIDAYA ikan mas (Cypribus carpio L) di kolam,sawah atau waduk secara intensif sangat menguntungkan.Sebab,penggemar jenis ikan air tawar ini cukup banyak,sehingga peluang pasarnya terbuka lebar.Apalagi budidaya ikan mas tidaklah begitu sulit dilakukan.Namun demikian,ikan mas sangat rentan terhadap serangan sejumlah hama maupun penyakit.Karena itu, kehadiran hama dan penyakit perlu diwaspadai.Beberapa jenis hama dan penyakit yang sering menyerang ikan mas antara lain:

HAMA

· Bebeasan (Notonecta) berbahaya bagi benih karena sengatannya.Untuk mengendalikan jenis hama ini dengan cara menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.

· Ucrit (Larva cybister) biasanya menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek. Pengendalian terhadap hama ini,sebenarnya sulitdiberantas,tetapi petani harus menghindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam.

· Kodok biasanya memakan telur telur ikan. Untuk mengendalikan hama kodok,petani harus sering membuang telur yang mengapung, menagkap dan membuang hidup-hidup.

· Ular menyerang benih dan ikan kecil. Pengendalian yang dilakukan adalah melakukan penangkapan penangkapan terhadap ular,dan pemagaran kolam.

· Lingsang memakan ikan pada malam hari. Untuk mengendalikan lingsang ini dengan cara memasang jebakan berumpun.

· Burung biasanya memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning.Pengendalian yang dilakukan terhadap burung yakni diberi penghalang bambu agar supaya sulit menerkam,dan diberirumbai-rumbai atau tali penghalang.

· Ikan gabus memangsa ikan kecil pada tahap pendederan ikan mas.Untuk mengendalikan ikan gabus yakni pintu masukan air diberi saringan atau dibuat bak filter.

· Belut dan kepiting termasuk hama yang mengganggu ikan mas sehingga perlu dilakukan penangkapan.

PENYAKIT

· Bintik putih (White spot) menimbulkan gejala gejala sebagai berikut: pada bagian tubuh (kepala, insang, sirip) tampak bintik-bintik putih,pada infeksi berat terlihat jelas lapisan putih, menggosok-gosokkan badannya pada benda yang ada disekitarnya dan berenang sangat lemah serta sering muncul di permukaan air. Untuk mengendalikan penyakit bintik : direndam dalam larutan Methylene blue 1% (1 gram dalam 100 cc air) larutan ini diambil 2-4cc dicampur 4 liter air selama 24 jam dan Direndam dalam garam dapur NaCl selama 10 menit, dosis 1-3 gram/100 cc air.

· Bengkak insang dan badan ( Myxosporesis) menimbulkan gejala yakni tutup insang selalu terbuka oleh bintik kemerahan dan bagian punggung terjadi pendarahan. Untuk mengendalikannya; pengeringan kolam secara total, ditabur kapur tohon 200 gram/m2, biarkan selama 1-2 minggu.

· Cacing insang, sirip, kulit (Dactypogyrus dan girodactylogyrus).Gejala akibat serangan penyakit ini yakni ikan tampak kurus, sisik kusam, sirip ekor kadang-kadang rontok, ikan menggosok-gosokkan badannya pada benda keras disekitarnya, terjadi pendarahan dan menebal pada insang. Pengendalian yang harus dilakukan petani,adalah direndan dalam larutan formalin 250 gram/m3 selama 15 menit ,dan direndam dalam Methylene blue 3 gram/m3 selama 24 jam dan hindari penebaran ikan yang berlebihan.

· Kutu ikan (argulosis) mengakibatkan benih dan induk menjadi kurus, karena dihisap darahnya. Bagian kulit, sirip dan insang terlihat jelas adanya bercak merah (hemorrtage).Pengendalian yang harus dilakukan ,yakni ikan yang terinfeksi direndan dalam garam dapur 20 gram/liter air selama 15 menit dan direndam larutan PK 10 ppm (10 ml/m3) selama 30 menit,serta dengan pengeringan kolam hingga retak-retak.

· Jamur (Saprolegniasis) biasanya menyerang bagian kepala, tutup insang, sirip dan bagian yang lainnya sehingga mengakibatkan tubuh ikan mas yang diserang tampak seperti kapas. Telur yang terserang jamur, terlihat benang halus seperti kapas.Dalam upaya mengendalikan penyakit jamur ini yakni direndam dalam larutan Malactile green oxalat (MGO) dosis 3 gram/m3 selama 30 menit,dan telur yang terserang direndam dengan MGO 2-3 gram/m3 selama 1 jam.

· Gatal (Trichodiniasis) biasanya menyerang benih ikan mas yang menimbulkan gejala yakni gerakan ikan lamban,dan suka menggosok-gosokan badan pada sisi kolam/aquarium. Adapun upaya pengendalian yang harus dilakukan petani yakni rendam selam 15 menit dalam larutan formalin 150-200 ppm.

· Bakteri Psedomonas flurescens diketahui sebagai penyakit yang sangat ganas yang menyerang ikan mas.Karena gejala akibat serangan penyakit ini adalah pendarahan dan bobok pada kulit,serta sirip ekor terkikis. Lantas,untuk mengendalikannya yakni dengan pemberian pakan yang dicampur oxytetracycline 25-30 mg/kg ikan atau sulafamerazine 200mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.

· Bakteri aeromonas punctata penyakit yang sangat ganas dibandingkan dengan bakteri Psedomonas .Akibat serangan penyakit ini menimbulkan gejala pada ikan antara lain: warna badan suram/ tidak cerah,kulit kesat dan melepuh, cara bernafas mengap-mengap, kantong empedu gembung,serta pendarahan dalam organ hati dan ginjal.Sebagai upaya pengendalian yang harus segera dilakukan yaitu melalui penyuntikan chloramphenicol 10-15 mg/kg ikan atau streptomycin 80-100 mg/kg ikan,dan pakan dicampur terramicine 50 mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.

Lantas,sebagai upaya preventif (pencegahan) terhadap serangan hama maupun penyakit pada budidaya ikan mas,agar hasil panennya optimal sesuai yang diharapkan dan tidak mengalami gangguan,maka langkah preventif yang harus dilakukan antara lain: secara umum hal-hal yang dilakukan untuk dapat mencegah timbulnya penyakit dan hama pada budidaya ikan mas: pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen,pemeliharaan ikan yang benar-benar bebas penyakit,hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas,sistem pemasukan air yang ideal adalah paralel/ tiap kolam diberi satu pintu pemasukan air, pemberian pakan cukup baik kualitas maupun kuantitasnya,penanganan saat panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan secara hati-hati dan benar,serta biinatang seperti burung, siput atau ikan seribu/burayak/kambras (lebistus reticulatus peters) sebagai pembawa penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman.(REDI MULYADI)***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar