Rabu, 09 Juni 2010

Buah Manggis Asal Kab Tasik Perlu Disertifikasi





SELAMA ini, buah manggis menjadi unggulan sektor pertanian Kabupaten Tasikmalaya. Namun, manggis diduga telah ‘dibajak’ diklaim China, karena ditemukan beredar di pasaran internasional dalam kemasan dengan merk dagang China bukan Indonesia.
“Buktinya di Amerika Serikat, buah manggis dikenal berasal dari China. Padahal, manggis tersebut jelas berasal dari Indonesia, dan salah satunya dari Kabupaten Tasikmalaya,”ungkap Dadi Supriadi, anggota Fraksi Keadilan Sejahtera DPRD Kabupatan Tasikmalaya.
Jika kita melihat kios penjualan buah-buahan di Amerika Serikat, menurut dadi Supriadi, semua produk manggis kemasan menggunakan huruf kanji (huruf China). “Jika dibiarkan, maka buah manggis khas Indoneia akan kalah oleh manggis Malaysia yang sudah dipatenkan,”tuturnya.
Dadi menjelaskan, sebenarnya ‘pembajakan’ manggis oleh China sudah berlangsung cukup lama.Namun disayangkan, fenomena itu kurang ditanggapi secara serius oleh Pemkab Tasikmalaya, terutama instansi terkait.”Kami berharap Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya memfasilitasi petani manggis untuk mendapatkan sertifikasi internasional, sehingga bisa membantu meningkatkan kesejahteraan kaum petani, yakni peningkatan nilai jual manggis,”tuturnya
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, produksi manggis terbesar dihasilkan petani asal Kabupaten Tasikmalaya, yakni sekitar 18.576 ton per tahun dari luas lahan panen sekitar 232.774 hektar. “Salah satu daerah penghasil manggis terbesar di Kabupaten Tasikmalaya, yakni ada di 8 desa di Kecamatan Puspahiang.”ujarnya.
Menurutnya, para petani manggis di Kec.Puspahiang sudah mengenal pola dan teknik bertani manggis.Kalau sebelumnya, pohon manggis baru bisa berbuah ketika berusia 15 tahun, tapi kini hanya usia 4-5 tahun sudah bisa berbuah dan siap panen.
“Jadi, para petani manggis di Puspahiang sudah paham bagaimana system pemupukan, pengendalian hama serta produksi hingga pengelolaan pasca panen manggis.Bahkan pemahaman it uterus meningkat,”tutur Dadi Supriadi.
Ketika dimintai komentarnya mengenai sertifikasi manggis, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Ir.H.Henry Nugroho MP menyatakan, pihaknya akan berupaya membantu sertifikasi manggis Puspahiang sebagaimana keberhasilan sertifikasi terhadap beras organik SRI.
Bila berkaca dari keberhasilan sertifikasi beras organic SRI, Henry Nugroho mengaku optimis bisa melalukan hal yang sama terhadap beberapa komoditas pertanian unggulan lainnya yang dimiliki Kabupaten Tasikmalaya, termasuk buah manggis.“Upaya ini sebagai bukti nyata realisasi visi Kabupaten Tasikmalaya, yakni kompetitif dalam bidang agrobisnis tahun 2010 di Jawa Barat.”ungkapnya.(REDI MULYADI)***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar