Sabtu, 03 Oktober 2009

BUDIDAYA KEDELAI DI LAHAN TEGALAN




SEORANG petani anggota sebuah kelompok tani bertanya kepada petugas PPL,bisakah menanam kedelai di lahan petegalan? Tidak ada masalah melakukan usahatani kedelai di lahan tegalan.Hal penting,karena tanaman kedelai ini membutuhkan penyinaran yang sempurna,maka sebaiknya tanaman yang dapat menganggu penyinaran harus ditebang.

Tanaman kedelai ini termasuk komoditi pertanian yang bisa disetel produksi nya.Artinya,bias dapat memproduksi per hektar hanya 500 kg,700 kg,900 kg dan juga 1,6 ton atau 3,2 ton.Itu semua bisa diatur yang tergantung dengan penerapan teknologi bercocok tanam yang memadai,tak terkecuali di lahan tegalan.Soal kematau atau penghujan,sebenarnya itu tidak ada masalah,asalkan kita mengetahui cirri tanaman seperti kedelai tidak suka dilahan yang terlalu becek.

Namun terhadap tanah gembur yang mengandung air (basah) tanpa ada air tergenang,itu justru lebih disukau tanaman kedelai.Untuk mendapatkan tipe tanah seperti itu yang justru sulit.

Jika kita mencoba bertanam kedelai pada msuim hujan,perhatikan drainagenya.Untuk saluran air,sebaiknya kita membuat yang agak dalam,paling tidak antara 25-30 cm.Gunakan lempak atau sekop untuk membuat saluran air agar kedalaman parit bisa diperkirakan.

Adapun jarak tanam yang baik untuk kedelai,terutama agar memperoleh hasil produksi yang tinggi,yakni 20 x 20 x 40 cm.Setiap dua baris tanaman kedelai bisa dibuat jarak ayang agak lebar itu tadi,yakni 40 cm.

Hal yang perlu diperhatikan,sebelum bibit ditanam,maka tanah tersebut harus dilep atau diairi dulu sampai kondisi tanah tersebut basah.Setelah itu,bibit tanaman bisa ditanam pada lubang tugalan.Namun,sebelum bibit kedelai ditanam,sebaiknya direndam terlebih dahulu pada air minimal selama 4-6 jam. Kemudian berikan rizobium (bakteri penambat udara),tujuannya untuk mengikat Nitrogen bebas di udara tersebut untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Selain itu,bibit tanaman kedelai sebaiknya diberi pestisida untuk menghindari bibit dari hama penggerek polong.Dan biasanya setelah bibit ditabur,maka hama penggerek polong akan menggergaji dan melahap bibit kedelai tersebut,sehingga banyak bibit yang cacat serta tidak bisa tumbuh akibat dikerat jengkerik atau hama lainnya.

Untuk pemupukan yang terbaik adalah urea,KCL dan TSP dengan perbandingan 2:1:1 yang bersamaan ketika penanaman kedelai.Jarak tiga hari, dari bibit yang ditanam akan trubus dan mengeluarkan sepasang daun.Kalau pemupukan mencukupi dan kelembaban tanah cukup tinggi,bibit akan terus naik dan makin tinggi.Dengan pemupukan yang berimbang tersebut,biasanya akan membuat tanaman mempunyai postur jangkung danselama 20 hari setelah tumbuh tunas tersebut akan terus tumbuh sampai 1 meter lebih atau justru kurang.

Setiap melakukan pemupukan dasar pada pangkal air,sebaiknya juga dibarengi dengan penyemprotan pupuk untuk daunnya.Untuk menghindari pupuk daun tersebut tetap menempel dan tidak larut oleh air hujan,maka kita bisa menambahkan dengan cairan libsorb.Demikian pula ketika mengisi polong, semprotan pupuk daun sekali lagi dilakukan,dan pemupukan terakhir ini akan meningkatkan bobot hasil panenan kedelai.

Pemanenan bisa dilakukan setelah ada tanda-tanda daun kedelai mulai menguning dan polong terasa padat kalau dipegang.Artinya,kondisi seperti ini sudah siap untuk dipanen.Kecuali jika menmginginkan kedelai kering dipohon, setelah kelihatan daun mulai menguning,maka bisa dirontokkan daunnya dan dissisakan polong kedelainya.Dalam waktu hanya 5 hari saja sudah bisa dipanen.

Setelah kedelai dipanen,usahakan jangan segera dijual,sebaiknya tunggu samau kondisi harga di pasaran cukup baik.Pada musim penghujan,biasanya harga kedelai jatuh.Selain itu,usahakan biji kedelai dikeringkan dengan kadar air sampai 13 persen,dan bisa disimpan menunggu harga membaik.Dan uniknya lagi,kalau kita menyimpan kedelai,makin lama justru bobotnya akan makin bertambah sampai dengan 10 persen.Karena itu,hasil panen kedelai jangan langsung dijual,agar memperoleh keuntungan yang cukup besar.*****

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar