Senin, 05 Oktober 2009

Teknik Budidaya Tanaman Alpokat



ADA banyak jenis alpokat yang tumbuh di Indonesia.Tapi secara garis besar hanya ada 3 jenis yakni alpokat Meksiko,alpokat Guatemala dan alpokat West Indian.Dari ketiga jenis ini,ada yang menyebutnya alpokat hijau panjang bulat,alpokat merah panjang bulat dan alpokat mentega atau alpokat susu.Penamaan ini disesuaikan dengan bentuk dan warna dagingnya.

Kandungan utama daging buah alpokat adalah air,protein,lemak, karbo hidrat ,mineral dan beberapa vitamin seperti vitamin C,B komplek,E,D dan A.Sekitar 78 persen kadar asam lemak yang terkandung dalam buah alpokat tergolong yang tidak jenuh.Karena itu,selain aman kalai di makan berapa pun jumlahnya,daging buah alpokat juga berkhasiat membangun kulit wajah yang sudah nampak berkerut dan memperkuat serta menahan kulit menjadi keriput.Itulah sebabnya,minyak buah alpokat banyak digunakan untuk kebutuhan kosmetika.

Tanaman alpokat dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi sampai mencapai 1.500 meter dpl.Suhu ideal yang dibutuhkan tanaman ini antara 15-50 oC,curah hujan 100 meter per tahun,di mana air di bawah permukaan tanah sekitar 1,5 meter atau lebih.

Karena miskin dalam pembentukan akar serabut,maka tanaman alpokat tidak mudah tumbuh pada tanah yang padat dan tergenang air.Tanaman alpokat sangat menyukai tanah yang remah dan mengandung banyak humus atau tanah lempung pasir yang mudah mengalirkan atau menyerap air.

Sementara itu,untuk memperbanyak tanaman alpokat dapat dilakukan secara generatof (melalui biji) maupun dengan vegetatif (okulasi dan sambung pucuk).Biji alpokat yang akan dijadikan benih haruslah berasal dari buah yang benar-benar masak,ketika dikeluarkan bijinya tidak rusak, sehat,bentuknya utuh dan tidak pecah.

Setelah biji siap,bikinlah lubang tanam berukuran 30x30x30 cm dengan jarak tanam 10-15 meter.Isilah lubang tanam dengan campuran tanah dan kompos atau pupuk kandang.Kemudian bikin ajir.Setelah 2 minggu,biji sudah siap ditanam dengan kedalaman 5-7,5 cm dibawah permukaan tanah.Tutuplah lubang dengan tanah tetapi jangan terlalu padat.

Kalau menggunakan bibit okulasi maupun sambung pucuk,penanamannya tidak terlalu jauh berbeda,begitu pula dengan ukuran lubang serta jarak tanamnya.Selain itu,tinggal melakukan perawatan yang meliputi penyirama,perabukan,pemangkasan,serta penanggulangan hama dan penyakit.Rabuk yang diperlukan adalah 3-5 kaleng pupuk kandang per pohon serta rabuk ZA DS dan ZK.sedangkan dosisnya tergantung pada umur tanaman itu sendiri.

Tanaman alpokat yang ditanam melalui biji baru menghasilkan buah/panen pada umur 5-6 tahun.Sedangkan yang okulasi ataui sambung pucuk hanya 3 atau 4 tahun.

Jika tumbuh dan terawatt baik,tanaman alpokat dalam setahun dapat berbuah dua kali.Tiap pohon menghasilkan sekitar 100-200 buah.Petiklah buah alpokat yang benar-benar sudah tua.Buah yang tidak rusak kulitnya akan tahan disimpan sampai 6 hari.Bahkan,kalau disimpan dalam ruang suhu 5oC alpokat bisa bertahan sampai satu bulan.

Sementara itu,hama yang seringkali menyerang tanaman alpokat yakni ulat daun (Cricula),penghisap pucuk daun (Helopeltis) dan hama bubuk (Xyleborus) serta parasit.Sedangkan penyakit utama tanaman alpokat adalah penyakit leher akar yang disebabkan oleh serangan jamur Phytophtora dinamomi.(REDI MULYADI)****

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar