Sabtu, 03 Oktober 2009

KIAT MENGHASILKAN JAGUNG UNGGULAN




JAGUNG (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia,misalnya di Madura dan Nusa Tenggara, juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok.

Hingga kini dikenal 50.000 varietas jagung, baik ras lokal maupun kultivar.Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif.

Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1-3 meter, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6 meter. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini.

Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari biji), dibuat tepung (dari biji, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung biji dan tepung tongkolnya). Tongkol jagung kaya akan pentosa, yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi.

Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 meter meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 meter. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman.

*****

BAHWA menanam jagung itu memang mudah dan siapa pun bisa melakukannya.Karena hanya dengan menebarkan bibit (butir-butir jagung) di tanah yang sudah digemburkan,tanaman palawija tersebut akan tumbuh, dan pada akhirnya akan berbuah.

Namun,untuk menghasilkan jagung yang unggul,ternyata tidak hanya asal tanam saja.Karena ada cara tersendiri,mulai dari pemilihan bibit sampai pemeliharaan tanaman tersebut.

Sebenarnya,untuk mendapatkan bibit jagung bisa dengan membeli di toko-toko pertanian atau dengan membuat bibit sendiri dari jagung yang sudah ditanam sebelumnya.Adapun bibit jagung yang saat ini beredar di pasaran di antaranya adalah Pioner,Metro,CPI-1 atau CPI-2,Arjuna,BISI 2, Manis dan lainnya.Walau demikian,kalau membeli bibit jagung di took-toko pertanian harus ekstra hati-hati,karena kini banyak beredar merk palsu. Karena itu,belilah bibit jagung dengan label biru (bersertifikat) dan dikemas,atas putih dan bawah kuning.Kalau warnanya luntur berarti palsu.

Meski di label tertera tulisan bibit tidak boleh dibibitkan lagi,tapi tulisan tersebut hemat penulis,hanya dimaksudkan agar petani di lain hari membeli lagi—tidak membuat

sendiri—sehingga dagangan bibit tersebut lagi dijual. Padahal,bibit tersebut sebenarnya bisa dibibitkan lagi.

Kalaupun mau melakukan pembibitan jagung sendiri,tentu saja ada syaratnya,antara lain jagung yang akan dibibitkan harus dicarikan dari pohon yang subur serta bebas dari hama dan penyakit.Selain itu,buah jagung harus kering di pohon dan sebelumnya bunga pohon jagung harus dibuang.

Setelah jagung dipetik dari pohonnya,sebaiknya dihamparkan dulu selama satu malam,dan pagi harinya

mulai diproses.Pertama,buka klobotnya 3 lapis untuk digantungkan.Dan paling bagus tempat penggantungan di atas para-para (tempat masak di dapur) atau di bawah atap pinggir rumah.Hal terpenting,adalah jagung tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung.

Setelah dua hari,kulit jagung bisa dibuka.Lantas,biji-biji jagung tersebut sebelum dipipil,maka ujung jagung dipotong 2,5 cm.Begitu pula pangkalnya dipotong sekitar 4 biji.

Untuk mendapatkan bibit jagung yang bagus,pilihlah biji yang deretannya lurus.Kalau biji jagung yang deretannya belok atau ketumpangan deretan biji lainnya,biasa juga disebut selingkuh,ternyata jelek untuk dijadikan bibit karena produksi bisa menurun.Setelah dipipil,biji-biji jagung yang akan dibibitkan harus dijemur selama 3 hari,dengan masa penjemuran 2 jamsehari mulai pukul 08.00-10.00.Sebab, kalau pukul 11.00 dan seterusnya masih dijemur,justru bibit jagung akan mati karena terlalu kepanasan.

Sebelum ditanam,,bibit jagung harus direndam dalam cairan Ridomil yang bisa dibeli di toko pertanian.Hal ini dimaksudkan agar bibit jagung tidak terserang penyakit bule racun.Ukuran pencampurannya yakni 1 kg bibit jagung dicampur dengan 5 gram Ridomil yang sudah dicampur dengan air sebanyak 3-4 sendok makan.Jika tak ada

Ridomil,kita bisa mencari kunyit,kemudian diparut dan dicampur air beras.Setelah dicampur bibit tersebut tidak langsung ditanam.Tetapi direndam selama sehari atau semalam dengan dimasukkan ke dalam stoples.

Proses selanjutnya,sebelum bibit jagung ditanam,tentu saja harus disiapkan terlebih dahulu areal yang akan ditanami.Areal tersebut bisa berypa tanah kering maupun tanah sawah asalkan memiliki pH sekitar 6,5. Sedangkan cara pengolahan lahan dengan mencangkul atau membajak sedalam 30 cm,tanahnya digemburkan,dan dibuatkan drainase.

Proses penanamannya bisa menggunakan sistem lubang maupun system larikan.Untuk system lubang perlu dibuatkan bedengan dengan lebar 120 cm dan antar lubang 80 cm.Penanaman dengan sistem melingkar dengan jarak antarpohon 30 cm dan di tengah lingkaran antar pohon disiapkan untuk penempatan pupuk dan di antara pohon bisa digunakan untuk tumpangsari . Sedangkan untuk sistem

larikan,tanah dicangkul terlebih dahulu dan dibuatkan drainase.Kemudian dibuatkan larikan dengan luas 70 cm x 30 cm.

Kemudian soal pemupukan,sebelum tanah dibajak ditebarkan pupuk kandang sebanyak 2.500 kg untuk 1 hektar lahan.Setelah ditanam diberi pupuk buatan yakni urea,TSP dan KCL.Sekali masam tanam dilakukan pemupukan sebanyak 3 kali.Pertama ketika tanam diberi urea 5 kg,TSP 5 kg dan KCL sebanyak 2,5 sendok makan.Pemupukan kedua pada umur jagung 20-25 HST (Hari Saat Tanam) dengan urea 5 km,TSP 2,5 kg dan KCL 1 sendok makan.Pada tahap ketiga saat umur jagung 45 HST berupa urea 5 kg untuk 1 kg bibit dan pupuk disebar lurus.

Pada umur jagung 10 HST harus disulam,maksudnya, kalau ada yang mati atau pertumbuhannya kurang baik maka harus diganti.Pada umur jagung 15 HST disiangi/dibersihkan rumputnya,umur 20 HST diberi pupuk dan umur 35 HST dibumbum,dinaikkan tanahnya.diipuk,lebih tinggi lebih bagus dan umur 45 HST disemprot dengan ZPT sebanyak 1 sendok dioplos dengan 7 sloki Liftonik dan air sebanyakl 15

liter.Penyemprotan dilakukan pada pagi hari.Pada usia 50 HST tanaman jagung diairi agar tanah menjadi lembab.

Pada umur 65 HST sudah masuk panen pertama,yakni dengan memetik jagung yang ada diposisi paling bawah,misalnya untuk sayur.Jika jagung paling bawah tidak dibuang akan mengganggu dua jagung yang berada di

atasnya.Kemudian pada umur 80 HST bisa panen yang ke dua untuk jagung rebus.Sedangkan pada umur 105 HST panen ke tiga untuk jagung pipil kering.

Jika usahatani jagung dilakukan secara intensif,terutama dalam pemeliharaan,setiap 1 hektar lahan bisa menghasilkan sebanyak 5-6 ton jagung pipil kering.Sungguh menjanjikan keuntungan bagi para petani. Apalagi saat menjual hasil panen jagung tersebut harganya sedang bagus.****

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar