Selasa, 13 Oktober 2009

Cabe Rahong TM-999 Ungulan Petani dari Mandalamekar



PETANI BERDASI.Com
Petani cabe merah di Desa Mandalamekar Kec.Jadiwaras Kabupaten Tasikmalaya tampak sumringah. Pasalnya, cabe merah Rahong jenis TM-999 yang menjadi produk unggulan petani Desa Mandalamekar telah mampu menembus Pasar Induk Kramat Jadi dan beberapa pasar di kawasan Jabodetabek. Tanaman cabe Rahong jenis TM999 merupakan trade merk bagi petani di desa ini dan cukup laris.
“Alhamdulillah, cabe Rahong TM-999 dari Desa Mandalamekar ini selain dapat menembus pasar ibukota, juga menjadi produk unggulan di Pasar Kramat Jati. Hal ini tentu saja menjadi kebanggaan bagi para petani dan bersemangat untuk menanamnya,”ujar Entang (56), petani cabe dari Dusun Mekarjaya.
Entang mengakui, selama ini hasil produk pertaniannya terserap seratus persen oleh pedagang di Jakarta dan Tasikmalaya. “Bahkan saat kami datang ke Pasar Induk Kramat Jati, maka dalam waktu 3 – 4 jam berikutnya, pedagang segera membayar lunas seluruh produk kami”ujarnya.
Ade Priatna ‘sang pelopor cabe rahong TM999’ mengatakan bahwa selama ini hasil produk pertanian (cabe merah Rahong jenis TM999) dari petani Desa Mandalamekar terserap 100 persen oleh pedagang di sejumlah pasar di Jabodetabek dan Pasar Cikurubuk Tasikmalaya.
“Selama sembilan bulan terakhir atau produksi tahun 2009 ini, cabe merah Rahong TM999 hasil panen para petani yang berasal dari Dusun Cinunjang dan Dusun Mekarjaya Desa Mandalamekar telah menjual 8 ton ke Pasar Induk Kramat Jati dan 2 ton ke pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya dan pasar lainnya di wilayah Priangan Timur,”ujar Ade Priatna, yang juga guru SMPN 2 Jatiwaras ini kepada PETANI BERDASI.Com.
Ade Priatna menjelaskan bahwa kelompok petani cabe Mandalamekar yang berjumlah 35 orang asuhannya, ternyata secara berkesinambungan terus menanam cabe dan telah digelutinya selama 7 tahun, bahkan sempat dikunjungi Bupati Tasikmalaya. “Selama ini, para petani cabe di Kelompok tani Mandalamekar belajar menanam secara otodidak, tidak tersentuh petugas penyuluh pertanian. Keberhasilan para petani, karena mereka mau berkorban untuk ekperimen dalam penanaman” tuturnya.
Namun, para petani sendiri saat ini masih menghadapi kesulitan/kendala besar adalah kondisi jalan masuk Desa Mandalamekar yang hancur, sehingga ketika harga turun sulit bersaing dengan daerah lainnya.Dengan kondisi jalan yang rusak parah, para petani sering terlambat dalam memasarkan hasil pertaniannya. Hal itu juga menyebabkan petani cabe Mandalamekar tidak pernah terlayani oleh penyuluhan pertanian.
Keluhan para petani mengenai kondisi jalan yang rusak itu sering disampaikan kepada Kepala Desa Mandalamekar yang kini dijabat Yana Noviadi, yang kemudian diteruskan pula ke Pemkab Tasikmalaya, meski sejauh ini belum juga direspon dan adanya bantuan perbaikan.
“Selama ini, para petani mengeluh kepada kami karena kondisi jalan menuju Desa Mandalamekar rusak berat, sehingga kesulitan dalam memasarkan hasil pertaniannya. Juga belum tersentuhnya layanan dari petugas penyuluhan pertanian,”ungkap Yana Noviadi ketika menerima penulis di ruang kerjanya.(REDI MULYADI)***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar