Senin, 05 Oktober 2009

WASPADAI TANAMAN TOMAT TERSERANG PENYAKIT CACING PURU AKAR



BILA ada bintil-bintil akar pada tanaman tertentu seperti pada tanaman kacang-kacangan,misalnya pada kedelai,memang menguntungkan.Karena bintil-bintil akar pada tanaman kedelai merupakan hasil simbiose bakteri Rhizobium sp dengan tanaman kacang tersebut yang dapat mengingat Nitrogen (N) bebas dari udara yang berguna untuk menambah kesuburan tanah (khusus menambah unsure N) yang nantinya digunakan oleh tanaman kacangan itu sendiri.

Namun sebaliknya,bila bintil-biltil akar terjadi pada tanaman tomat,maka petani harus mewaspadainya.Karena hal ini pertanda bahwa tanaman hortikultura itu terserang penyakit yang disebabkan oleh Cacing Puru Akar (Root knots nematodes) yang dikenal dengan julukan Meloiddogyne sp. Karena itu perlu dikendalikan agar pertumbuhan tanaman tomat tidak sampai terganggu dan merugikan petani.

Sebab,jika akar tanaman tomat itu berbintil maka akar tidak dapat menyerap unsure hara dan air dalam tanah sebagaimana akar yang normal (tidak ada bintil akarnya).Dengan adanya serangan bintil akar,maka produksi tomat yang dihasilkan akan berkurang,dan bahkan dapat mematikan tanaman sebelum kita menikmati hasil panennya.

Kematian tanaman tomat biasanya terjadinya apabila serangan cacing Puru akar tersebut menimbulkan kerusakan akar lebih dari 50 persen.Meski tidak menimbulkan kematian,buahnya menjadi lebih kecil atau bunganya rontok sebelum buah terbentuk.Dari hasil penelitian,adanya serangan cacing puru akar mengurangi produksi tomat sekitar 20-30 persen.

Cacing puru akar merupakan sekelompok binatang yang sangat kecil sebangsa cacing yang bersifat endoparasit (berada dalam jaringan akar).Cacing ini tersebar luas di daerah tropis maupun sub-tropis dan mempunyai banyak tanaman inang,baik berupa tanaman pangan maupun tanaman sayur-sayuran.

Tanaman tomat yang terserang penyakit cacing puru akar ditandai antara lain pertumbuhan tanaman menjadi kerdil,daunnya menguning dan layu di hari-hari panas.Sedangkan pada akarnya terdapat puru-puru (bintil/benjolan/ tumor) yang merupakan cirri khas serangan cacing puru akar.

Adapun terbentuknya puru-puru akar ini,karena cacing masuk dalam jaringan akar yang selanjutnya menghisap cairan sel,kemudian menetap di dalam jaringan akar tersebut sambil berkembang biak.Akibatnya,sel-sel akar membengkak dan membelah lebih cepat dari biasanya.Dengan kejadian ini, maka akar tersebut tidak dapat menyerap unsure hara dan air sebagaimana akar yang normal.

Untuk menanggulangi serangan penyakit cacing Puru Akar pada tanaman tomat yakni menggunkan nematisida karena upaya ini relative mudah dan hasilnya cepat terlihat.Meski begitu,sebaiknya penggunaan nematisida ini baru dilakukan apabila cara-cara lain seperti dengan pergiliran tanaman atau yang lainnya,tidak membuahkan hasil atau hasilnya tidak optimal.

Sementara itu,jenis nematisida yang selama ini digunakan para petani tomat yakni Temik 10 G atau Furadan 3 G yang diberikan bersamaaan pada waktu tanam atau diberikan bersamaan dengan pemberian pupuk dasar. Sedangkan cara lain,yakni nematisida ditaburkan dalam alur yang digali sekeliling tanaman sedalam 15 cm pada jarak 20 cm dari batang tanaman, dan pemberiannya cukup satu kali saja.(REDI MULYADI)***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar